KENCANA Group mengadakan pelatihan bertema ‘Communication for Selling’, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi tim sales dalam menghadapi pelanggan dan mempercepat proses penjualan. Pelatihan yang dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026 di Sunrise Hotel Mojokerto ini dihadiri oleh tim sales serta perwakilan dari berbagai divisi yang ada di bawah naungan KENCANA Group. Salah satunya PT Kepuh Kencana Arum, sebagai produsen baja ringan merek KENCANA.
Menurut Sujatno T., Holding Manajemen KENCANA Group, kemampuan komunikasi yang efektif sangat penting untuk dikuasai dan perlu dilatih secara berkelanjutan. “Komunikasi memiliki banyak jenisnya, salah satunya adalah komunikasi dalam penjualan,” ujarnya.
Sujatno menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam komunikasi yang efektif, tidak hanya kemampuan berbicara yang diperlukan, tetapi juga kemampuan mendengarkan. “Seorang sales perlu aktif mendengarkan agar bisa memahami kebutuhan pelanggan, merespons dengan tepat, dan membangun komunikasi yang penuh empati,” tambahnya.
Cara Meningkatkan Active Listening dalam Communication for Selling
Meningkatkan kemampuan mendengarkan secara aktif sangat krusial dalam penjualan. Berikut adalah lima cara untuk meningkatkan keterampilan active listening yang dapat diterapkan dalam komunikasi penjualan.
- Pay Close Attention – Memperhatikan dengan Baik
Tatap mata lawan bicara dengan sewajarnya dan hindari menyanggah saat mereka berbicara. Perhatikan bahasa tubuh, baik verbal maupun non-verbal, untuk memahami pesan yang disampaikan dengan lebih baik. - Show That You Are Listening – Tunjukkan Anda Sedang Mendengarkan
Tunjukkan anggukan sebagai bentuk validasi, gunakan ekspresi wajah yang sesuai, dan beri komentar kecil untuk mengonfirmasi pemahaman. Juga, perhatikan bahasa tubuh Anda sendiri saat merespons. - Check for Understanding – Pastikan Tidak Salah Memahami
Selalu cek kembali pesan yang anda tangkap dan ajukan pertanyaan terbuka untuk memastikan pemahaman Anda. Berikan ringkasan atau umpan balik setelah mendengarkan untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pemahaman. - Don’t Interrupt – Jangan Memotong Pembicaraan
Hindari interupsi, karena dapat menghambat pemahaman pesan yang disampaikan. Jangan menyela argumen lawan bicara, terutama jika berbeda pendapat. Biarkan mereka menyampaikan pesan secara utuh. - Respond Appropriately – Merespons Pesan dengan Tepat
Setelah mendengarkan dengan seksama, berikan respons yang tepat dan sesuai dengan situasi. Gunakan ungkapan yang jujur dan terbuka, dan selalu bersikap hormat serta bijaksana dalam memberikan jawaban.

“Sales harus menguasai keterampilan mendengarkan aktif dan memperhatikan dengan seksama. Komunikasi yang sukses dimulai dari mendengarkan,” tegas Sujatno.
Baca Juga: KENCANA Group Gelar Pelatihan Leadership Berbasis Kreativitas, Bekali Karyawan Hadapi Era Disruptif
Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen KENCANA Group untuk mengembangkan soft skills tim sales, termasuk PT Kepuh Kencana Arum, agar lebih profesional dan adaptif dalam menghadapi tantangan, terutama dengan perubahan perilaku konsumen yang kini lebih mudah mengakses berbagai informasi. Dengan keterampilan komunikasi yang lebih baik, diharapkan tim sales dapat memberikan layanan yang lebih maksimal dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.***