Atap baja ringan kini semakin populer digunakan dalam konstruksi modern. Material ini dikenal karena bobotnya yang ringan, tahan karat, serta memiliki kekuatan yang baik untuk menopang struktur bangunan.
Namun, di balik berbagai keunggulannya, tidak sedikit pemilik rumah yang merasa khawatir ketika atap baja ringan mulai mengeluarkan bunyi, terutama saat angin bertiup kencang. Apalagi jika sebelumnya atap tersebut tidak pernah menimbulkan suara.
Perlu dipahami, kondisi ini tidak selalu menandakan bahaya. Meski begitu, suara yang muncul bisa menjadi tanda bahwa atap membutuhkan perhatian khusus.
Penyebab Atap Baja Ringan Berisik
Pada dasarnya, atap berbahan logam memang dirancang kuat. Namun, bukan berarti selalu senyap dalam segala kondisi. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan atap baja ringan berbunyi, di antaranya:
- Pengencang atau Panel yang Longgar
Salah satu penyebab paling umum adalah pengencang (sekrup) atau panel yang mulai longgar. Perubahan kecil pada posisi panel dapat membuka celah bagi angin untuk masuk ke bawahnya.

Akibatnya, atap baja ringan bisa sedikit terangkat dan menimbulkan suara berderak atau berisik saat tertiup angin.
- Pemakaian SDS dengan karet/plastik
Apabila karet atau plastik tersebut rusak karena terpapar udara panas, maka celah yang terbentuk dapat menimbulkan bunyi.
- Celah pada Tepi atau Sudut Atap
Area tepi atau sudut yang tidak tertutup rapat juga bisa menjadi sumber masalah. Celah kecil yang sulit dijangkau sering kali luput dari perhatian.
Ketika angin masuk ke bagian tersebut, atap bisa bergetar atau bergoyang lebih dari seharusnya, sehingga memicu suara.
- Perubahan Suhu
Logam memiliki sifat memuai saat panas dan menyusut saat dingin. Pergerakan kecil ini bisa menghasilkan bunyi seperti letupan atau ketukan ringan.
Biasanya, suara ini lebih sering terdengar pada malam hari saat suhu mulai menurun.
Baca juga: Tenang di Bawah Guyuran Hujan: Cara Redam Suara pada Atap Baja Ringan
Perbaikan Sederhana agar Atap Kembali Tenang
Tidak semua suara dari atap perlu dikhawatirkan. Namun, jika suara muncul di titik yang sama saat angin bertiup, hal ini bisa menjadi indikasi adanya sekrup yang longgar atau panel yang bergeser.
Kabar baiknya, suara pada atap baja ringan bisa diatasi dengan beberapa hal berikut.
- Lakukan Inspeksi Atap
Pemeriksaan menyeluruh akan membantu menemukan sumber suara. Setelah diketahui, biasanya cukup dengan mengencangkan atau mengganti pengencang yang bermasalah.

- Tambahkan Segel pada Area Rentan
Bagian tepi atau sudut tertentu mungkin membutuhkan tambahan sealant agar atap tetap stabil dan tidak mudah bergeser.
Langkah ini sangat penting, terutama jika rumah sering terkena angin dari arah yang sama.
- Jadwalkan Pemeriksaan Rutin
Melakukan pengecekan saat musim berangin bisa membantu mendeteksi masalah lebih awal sebelum masuk musim hujan dengan tekanan angin yang lebih tinggi.
Gunakan Material Berkualitas untuk Hasil Maksimal
Selain perawatan, pemilihan material juga sangat berpengaruh terhadap performa atap dalam jangka panjang.
Menggunakan produk dari PT Kepuh Kencana Arum bisa menjadi salah satu solusi. Produk baja ringan dari perusahaan ini telah menggunakan bahan baku berstandar SNI dan dirancang khusus untuk kondisi iklim tropis di Indonesia.
Dengan lapisan Aluminium-Zinc (AZ) yang sesuai klaim, material menjadi lebih tahan terhadap karat dan perubahan cuaca ekstrem, sehingga membantu menjaga kestabilan atap dan meminimalkan risiko bunyi berlebih.***