Menu Close

Atap Miring vs Atap Datar, Mana yang Lebih Baik Diterapkan di Indonesia?

Atap Miring Vs Atap Datar

Dulu, bentuk atap miring nyaris selalu ditemukan di kebanyakan rumah di Indonesia. Namun, seiring berkembangnya dunia konstruksi, inovasi terhadap bentuk atap rumah pun dilakukan.

Selain bentuk miring, saat ini sejumah rumah modern di tanah air juga menerapkan model atap lain seperti atap datar.

Terkait hal tersebut, sebenarnya model atap rumah seperti apa yang sesuai untuk bangunan di Indonesia? Hal ini mengingat curah hujan di Indonesia cukup tinggi.

Atap Datar

Memiliki kesan modern, biasanya atap datar terbuat dari material beton bertulang atau dak beton. Salah satu keuntungan menerapkan bentuk atap ini adalah hemat biaya karena kemiringannya kecil (kurang dari 10 derajat), sehingga kebutuhan material lebih minim.

Selain itu, permukaan atap yang cenderung datar juga dapat difungsingkan sebagai area lain. Seperti rooftop tempat bersantai, menanam tanaman, menjemur pakaian, dan lainnya.

Ilustrasi Atap Datar dengan Taman Rooftop
Ilustrasi – Atap Datar (dok. Dwell)

Di sisi lain, model atap rumah ini juga memiliki kekurangan karena permukaannya yang datar. Sehingga air hujan tidak langsung mengalir ke tanah. Jika dibiarkan terus, risiko kebocoran pun dapat terjadi. Solusinya, bersihkan secara rutin permukaan atap dari kotoran dan air guna mencegah kebocoran.

Lebih lanjut, atap datar yang dirancang menyerap panas mungkin akan menguntungkan saat musim dingin karena dapat membuat ruangan lebih hangat. Sebaliknya, saat musim kemarau, suhu udara ruangan terasa lebih panas.

Baca juga: Benarkah Atap Baja Ringan Selalu Rawan Angin Kencang?

Atap Miring

Atap Miring
Saltbox Roof (dok. ArchDaily Yasutake Kondo photo Alphaville Architects)

Indonesia yang beriklim tropis menerima cahaya matahari hampir sepanjang tahun, di mana atap miring dinilai pilihan terbaik. Pasalnya ruang antara atap dan plafon berperan sebagai sirkulasi udara agar udara panas tak langsung masuk ke ruangan di bawahnya.

Bahkan tak hanya bisa menahan udara panas, model atap rumah ini juga menguntungkan saat hujan. Sebab air hujan akan langsung mengalir ke bawah lebih cepat dan tidak mengendap di bagian atas. Sehingga tidak ada genangan air maupun kotoran tertinggal di atas atap lebih minim. Alhasil, risiko kebocoran dapat dikurangi.

Guna menghalangi tempias air hujan memasuki rumah, penambahan overstek pada atap miring dapat dilakukan. Dengan menambah elemen tersebut, kemungkinan air hujan langsung mengenai dinding bangunan dapat dicegah. Karena seperti diketahui, air hujan yang terus menerus mengenai dinding, lama-lama dinding menjadi rapuh dan retak.

Agar atap miring tetap kuat terutama saat hujan maupun angin kencang, dibutuhkan lebih banyak material untuk konstruksinya. Selain itu, kualitas dari material tersebut juga harus terjamin.

Model Atap yang Sesuai dengan Indonesia

Di antaranya keduanya, dapat disimpulkan bahwa atap miring lebih menguntungkan jika diterapkan di wilayah dengan iklim tropis seperti Indonesia. Di mana saat hujan, air akan lebih mudah turun ke tanah. Sementara saat kemarau, ruang di antara atap dan plafon dapat menjaga suhu dalam bangunan tetap sejuk.

Kendati demikian, bukan berarti atap datar tidak bisa diterapkan di Indonesia. Asalkan pengerjaan tepat dan perawatan dilakukan secara optimal, masalah seperti kebocoran dapat teratasi.

Mengingat atap adalah bagian penting dari sebuah bangunan rumah, pemilihan material tak boleh sembarangan. Pastikan bahan yang digunakan terjamin kualitasnya.

Konstruksi Atap Miring Menggunakan Produk PT KKA
Konstruksi Atap Miring Menggunakan Produk PT KKA

Seperti produk rangka atap dan atap (penutup) dari PT Kepuh Kencana Arum (PT KKA), yang dapat diterapkan untuk atap miring. Selain itu, floordeck dari PT KKA dapat dimanfaatkan sebagai pengganti bekisting multiplek yang lebih ekonomis dan kokoh.

Sudah didirikan sejak lebih dari 30 tahun lalu, PT KKA konsisten menyediakan produk yang tercipta dari Baja Lapis Aluminium Seng (BjLAS) ber-SNI.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *