Baja ringan dikenal sebagai material yang praktis, kuat, dan banyak digunakan dalam konstruksi modern. Namun, seperti material logam lainnya, baja ringan tetap perlu dipasang dan dirawat dengan tepat agar tidak mudah berkarat.
Karat pada baja ringan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas material, tetapi juga cara penyimpanan, pemotongan, dan pemasangannya. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak awal agar lapisan pelindung tetap terjaga dan material lebih awet.
Kenapa Baja Ringan Bisa Berkarat?

Baja ringan umumnya memiliki lapisan pelindung untuk membantu menahan risiko korosi. Namun, jika lapisan ini tergores, terpotong, atau terpapar air terlalu lama, potensi karat bisa meningkat. Karena itu, cara menangani material sejak awal menjadi bagian penting dalam menjaga daya tahannya.
Ketika lapisan pelindung terbuka, bagian baja di dalamnya menjadi lebih mudah terpapar air, udara lembap, atau zat yang dapat memicu karat. Tanpa disadari, beberapa hal sederhana bisa memicu karat pada baja ringan, antara lain:
- Goresan: goresan dapat membuka lapisan pelindung baja ringan. Jika terkena udara lembap dan oksigen, bagian tersebut lebih mudah mengalami karat.
- Gerinda: pemotongan dengan gerinda dapat menghasilkan panas dan percikan yang merusak lapisan pelindung. Karena itu, area bekas potongan perlu dibersihkan dan dilindungi kembali jika diperlukan.
- Air Semen: air semen dapat memengaruhi lapisan pelindung baja ringan. Hindari kontak langsung antara baja ringan dengan adonan semen, terutama pada area atap atau sambungan.
- Larutan Asam: larutan asam, seperti cairan pembersih keramik atau lantai, dapat merusak coating baja ringan. Simpan material jauh dari bahan kimia jenis ini.
- Cuaca: paparan hujan, panas, dan kelembapan terus-menerus dapat mempercepat risiko korosi. Sebaiknya, baja ringan disimpan di tempat kering sebelum digunakan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Pemasangan
Baja ringan memang dirancang untuk menghadapi hujan dan panas saat sudah terpasang. Namun, saat masih disimpan, material tetap perlu dijaga agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah atau berada dalam kondisi lembap terlalu lama.
Karena, air yang tertahan di sela tumpukan material dapat memicu noda dan meningkatkan risiko korosi, terutama pada bagian yang tergores atau terbuka. Sebaiknya disimpan di area kering, memiliki sirkulasi udara baik, dan diberi alas agar tidak bersentuhan langsung dengan tanah.
Selain itu, gunakan sekrup, sambungan, dan aksesoris yang sesuai dengan spesifikasi baja ringan. Untuk area dengan risiko korosi tinggi, seperti pesisir atau kawasan industri, kebutuhan lapisan AZ perlu disesuaikan dengan zona bangunan agar fungsi tahan karat bekerja lebih optimal.
Baja juga: Baja Ringan AZ 100 Maksudnya Apa?
Cara Menjaga Baja Ringan agar Lebih Awet
Hal yang perlu diwaspadai lainnya yaitu hindari memasang rangka atap, rangka dinding, ataupun rangka plafon saat musim penghujan. Selain itu terapkan cara menjaga baja ringan untuk mencegah karat, sebagai berikut:
- Simpan di tempat kering
Letakkan baja ringan di area yang tidak lembap agar material lebih terlindungi dari risiko karat. - Gunakan alas penumpu
Hindari kontak langsung dengan tanah atau genangan air. Gunakan alas agar material tetap terangkat dan tidak mudah basah. - Susun dengan posisi sedikit miring
Jika disimpan di area terbuka, susun baja ringan dengan posisi miring agar air tidak mengendap di permukaan material. - Tutup dengan terpal plastik
Gunakan terpal untuk melindungi baja ringan dari hujan atau paparan air langsung.
Mencegah karat pada baja ringan bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti memilih material berkualitas, menyimpan material dengan benar, dan memastikan proses pemasangan berjalan sesuai standar.
Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah baja ringan dari PT Kepuh Kencana Arum yang telah berstandar SNI dan dilengkapi perlindungan AZ. Dengan coating yang sesuai dan penanganan yang tepat, baja ringan dapat lebih awet, kuat, dan aman untuk penggunaan jangka panjang.***