Istilah baja ringan anti karat bisa dibilang cukup sering terdengar di dunia konstruksi. Namun, apakah sebutan itu sudah tepat?
Munculnya istilah itu terjadi setelah baja ringan populer dan diklaim sebagai salah satu kelebihan dari material tersebut.
Padahal, penyebutan ‘anti karat’ pada baja ringan sebenarnya kurang tepat. Sebab istilah ‘anti’ lebih mengacu pada material yang tidak akan berkarat. Sementara baja ringan masih bisa berkarat.
Sebaliknya, sebutan yang tepat adalah ‘tahan karat’. Hal ini mengingat lapisan Aluminium, Seng, Silicon, dan komposisi lain yang menjadi coating baja ringan yang berfungsi sebagai pencegah proses oksidasi/ karat masih dapat terkikis.
Bahkan, risiko terjadinya karat pada baja ringan akan semakin tinggi ketika ada faktor-faktor dari luar yang memengaruhinya.
Faktor yang Memicu Baja Ringan Berkarat
Tidak selamanya karena tebal coating baja ringan yang tidak sesuai standar, ternyata faktor luar berikut ini juga akan dapat memperepat proses pengkaratan.
- Tergores
Alat kerja dapat menjadi penyebab terjadinya goresan. Saat hal ini terjadi, permukaan baja ringan yang tergores akan langsung terhubung dengan oksigen.
Selanjutnya, proses oksidasi (reaksi dimana suatu zat mengikat oksigen) akan terjadi dan timbullah karat pada material.
- Larutan Asam
Larutan yang sifatnya asam, contohnya seperti larutan pembersih lantai akan sangat reaktif ketika bersinggungan langsung dengan permukaan baja ringan.
Hal inilah yang menyebabkan coating atau lapisan mencegah karat pada baja ringan mudah mengelupas dan terjadilah proses oksidasi.
- Air Semen
Selain larutan asam, air semen yang menempel pada permukaan baja ringan juga akan menimbulkan reaksi kimia yang mempengaruhi coating.
- Cuaca
Paparan panas matahari yang berkepanjangan, guyuran hujan secara terus menerus dan menimbulkan genangan dan endapan air (khususnya di atap) dapat merusak coating. Apalagi jika tebal lapisan penahan karat tersebut tidak memenuhi kualitfikasi.
Tips Cegah Karat pada Baja Ringan

Berdasarkan faktor pemicu timbulnya karat seperti di atas, berikut cara mencegah timbulnya karat pada baja ringan.
- Bukan hanya menghindari kesalahan kerja. Jika permukaan baja ringan rusak karena alat kerja, salah potong, atau bekas sabungan, segera lakukan pelapisan ulang menggunkaan cat anti karat.
- Hindari meletakkan baja ringan dekat dengan larutan asam yang biasanya terkandung di dalam produk pembersih lantai.
- Tidak mengaplikasikan adonan semen pada karpus atau genteng nok secara langsung di atas rangka baja ringan juga dapat mencegah karat. Sebagai gantinya, beri lapisan kedap air seperti plastik sebagai pembatas sebelum menambah adonan semen.
- Simpan baja ringan di tempat kering dan gunakan penumpu agar material tersebut tidak bersinggungan langsung dengan tanah atau pun genangan air.
- Penyimpanan baja ringan di alam terbuka perlu menggunakan alas penumpu dan susun dengan posisi miring agar mencegah genangan air, selanjutnya tutup dengan terpal. Namun, jaga agar sirkulasi udara tetap baik.
***
Pada dasarnya, istilah baja ringan anti karat kurang tepat karena material ini masih bisa berkarat. Apalagi jika terdapat faktor-faktor dari luar yang memengaruhinya.
Nah, selain melakukan pencegahan seperti yang disebutkan di atas, gunakan baja ringan yang kualitasnya sudah terjamin. Selain itu, produk dibuat oleh perusahaan berpengalaman selama puluhan tahun, seperti produk PT Kepuh Kencana Arum (KKA).