Menu Close

Pasang Greenhouse dari Baja Ringan Lebih Awet daripada Bambu, Lebih Murah daripada Besi?

Greenhouse/rumah kaca merupakan bangunan yang dibuat dengan menggunakan material dan fitur tertentu, sehingga tercipta lingkungan yang sesuai untuk membudidayakan tanaman agar tumbuh optimal.

Dalam hal ini, material penutup greenhouse dapat berupa plastik bening atau kaca, yang fungsinya untuk melindungi tanaman dari hama, intensitas air hujan berlebih, angin kencang, dan lainnya. Sementara untuk material konstruksi rumah kaca dipilih bukan hanya untuk memberikan bentuk, melainkan juga agar bangunan tetap berdiri kokoh.

Ada beberapa material konstruksi rumah yang dapat digunakan, mulai dari baja ringan, bambu, hingga besi. Namun dari ketiganya, mana yang lebih efisien untuk digunakan?

  1. Greenhouse dari Bambu

 

Tipe greenhouse ini dinilai membutuhkan biaya paling rendah dari yang digunakan, terlebih ketersediaan bambu cukup melimpah dan harga material relatif terjangkau.

Selain itu, kelebihan dari material bambu juga fleksibel, sehingga mudah dibentuk. Hal ini menguntungkan jika akan dibangun greenhouse tipe tunnel maupun tipe campuran (perpaduan tunnel dan piggy back) yang memiliki bentuk atap melengkung.

Namun, bambu untuk greenhouse juga memiliki kelemahan, seperti struktur bahan yang tidak terlalu kuat jika terkena badai. Usia pakainya pun relatif pendek dan tidak tahan terhadap rayap.

Baca juga: Pasang Kanopi Tanpa Tiang, Berani?

  1. Greenhouse dari Besi

Tipe dengan biaya medium ini umumnya dipilih karena pengguna ingin desain sederhana dan tidak memerlukan material terlalu banyak. Soal kekuatan, greenhouse besi mampu menahan hujan dan angin. Usia pakainya pun bisa mencapai 4-6 tahun dan material ini dapat dibentuk sesuai desain bangunan.

 

Walau begitu, material besi memerlukan perawatan rutin karena mudah berkarat. Biaya pembuatan greenhouse dari besi ini pun lebih tinggi dibandingkan ketika menggunakan material bambu.

  1. Greenhouse dari Baja Ringan

Baja ringan yang cukup populer di dunia konstruksi juga dapat diaplikasikan untuk pemubuatan greenhouse. Walau bobotnya enteng, namun material ini cukup kuat dan solid. Umur pakainya pun relatif lama, bahkan bisa sampai 9 tahun. Penggunaan material ini mendukung sistem knockdown, sehingga memungkinkan untuk dibongkar pasang dan memudahkan mobilisasi ke area lain.

Greenhouse Baja Ringan

Walau biaya awal pembuatan greenhouse dari baja ringan akan lebih mahal, namun hal ini sepadan dengan usia pakainya. Bahkan penggunaan material ini juga minim perawatan karena tahan terhadap karat, sehingga lebih efisien.

***

Berdasarkan ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan baja ringan untuk membuat greenhouse lebih efisien, karena minim perawatan dan usia pakainya lebih lama.

Mengingat makin menjamurnya produk baja ringan di pasaran, penting untuk lebih selektif dalam memilih material yang kualitasnya sudah terjamin.

Seperti produk baja ringan dari PT Kepuh Kencana Arum yang telah menggunakan material Baja Lapis Aluminium (BjLAS) ber-SNI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!