Menu Close

Jenis-jenis Baut dan Sekrup Baja Ringan Agar Material Makin ‘Melekat’

Jenis baut dan sekrup baja ringan

Baut dan sekrup adalah komponen yang tidak terlepas dari konstruksi baja ringan karena keduanya berfungsi untuk menggabungkan dua objek.

Tak hanya itu, baik baut maupun sekrup digunakan untuk mengencangkan sambungan secara tidak permanen. Artinya, masih bisa dibongkar atau dilepas tanpa merusak komponen sambungan.

Keberadaan sekrup dan baut pada konstruksi baja ringan ini pun dapat dikatakan cukup vital. Pasalnya, kuat atau tidaknya suatu sambungan tergantung dari pemasangan, ukuran, serta jenis sekrup yang digunakan.

Itulah kenapa, penting untuk mengetahui jenis-jenis sekrup dan baut dan bagaimana cara memilihnya untuk konstruksi baja ringan.

Jenis Baut dan Sekrup Baja Ringan

Diketahui, bentuk serta ukuran sekrup dan baut yang sering digunakan untuk konstruksi baja ringan berbeda. Hal ini tergantung dari pemakaian serta media material yang digunakan.


  1. Self Drilling Screw (SDS)

SDS dapat diaplikasikan untuk rangka baja ringan maupun atap (penutup). Bentuk ujungnya tajam dan mirip dengan mata bor.

Self Drilling Screw tersedia dalam berbagai ukuran, yaitu SDS 12-24×45, SDS 8-18×13, dan SDS 12-24×20.

Biasanya, untuk atap (roofing) digunakan SDS #12×45, SDS #12×50, SDS #12×55, SDS #12×60, SDS #12×65, SDS #12×70, hingga SDS #12×75 yang dilengkapi dengan karet di bawah kepala baut.

  1. Sekrup Gypsum

Fungsi jenis sekrup ini sebagai pengikat papan gypsum pada rangka baja ringan yang biasa digunakan untuk partisi dan plafon.

Bentuk kepala sekrup gypum biasanya bulat dengan cekungan yang dapat digunakan untuk memasukkan mata obeng saat proses pemasangan.

Sekrup ini memiliki kelebihan, yaitu mampu melubangi baja ringan dengan mudah, karena terbuat dari material baja solid.

Baca juga: Jangan Tertukar, Ini Perbedaan Kanal C, Reng, dan Hollow Baja Ringan

  1. Dynabolt

Dikenal juga dengan nama baut tanam tembok, pemasangan dynabolt memang ditanamkan pada dinding atau pun beton bangunan. Biasanya, komponen ini digunakan untuk menggabungkan beton dengan bagian struktur bangunan.

Berbeda dengan baut biasa, terdapat bagian silinder  (bentuknya mengembang) pada bodi baut yang fungsinya sebagai pengunci saat sudah dikencangkan pada struktur bangunan.

Cara Memilih Sekrup dan Baut

Baut dan Sekrup Baja RinganDilansir dari kanal YouTube Tukang Jadi Jadian, ada beberapa kriteria untuk memilih apakah sekrup itu bagus atau sebaliknya, yaitu:

  • Ulir / drat baut lebih rapat
  • Jarak ulir/ drat dan kepala sekrup dekat, sehingga tidak mudah los.

Terdapat pula standar screw baja ringan yang perlu diperhatikan agar sambungan tetap kuat dan tidak mudah los, di antaranya:

  1. Struktur yang menggunakan kanal C perlu menggunakan Screw tipe 12-14×20, yaitu Gauge (ukuran) 12, 14 ulir setiap inchi, dan panjang 20mm.
  2. Untuk reng digunakan Screw tipe 10-16×16, yaitu Gauge (ukuran) 10, 16 ulir setiap inchi, panjang 16mm.

Adapun Gauge (ukuran) 12 diameternya adalah 5,5mm, sementara untuk Gauge (ukuran) 10 berarti memiliki diameter 5mm.

***

Itulah beberapa jenis sekrup dan baut baja ringan yang biasanya digunakan untuk konstruksi baja ringan. Mengingat di pasaran terdapat beragam merek, penting untuk mengetahui cara memilih kedua komponen tersebut.

Dalam hal ini, cara memilih sekrup baja ringan yang bagus dan tidak mudah los dapat ditentukan oleh kerapatan ulir dan jarak drat dari kepala sekrup seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *